REVIEW FILM: MUNAFIK 2, FILM HOROR YANG SARAT NILAI AKIDAH - Bakul Kopi

Bakul Kopi

Hanya penjual kopi di pinggir kali yang berusaha memperbaiki diri

Tuesday, 9 October 2018

REVIEW FILM: MUNAFIK 2, FILM HOROR YANG SARAT NILAI AKIDAH



Sejak mendengar film Munafik 2 akan tayang di bioskop Indonesia, aku yang merupakan pecinta film horor langsung mencari semua informasi tentang film produksi Malaysia ini. 

Sempat kecewa karena film ini tidak ditayangkan di Bioskop XXI. Namun setelah berhari-hari memutar otak untuk mencari kendaraan, hari Ahad kemarin akhirnya aku bisa ke CGV Lippo Plaza Bogor untuk menonton film yang dibintangi oleh Syamsul Yusof ini.

Munafik 2 diawali dengan mimpi Ust Adam yang terus saja dibayang-bayangi oleh kematian Maria. Suasana kengerian sudah dibangun sejak awal film diputar. Ini berbeda dengan film horor pada umumnya yang terkesan garing dan biasa saja di awal.

Adam berusaha menghidar dari bayangan kematian Maria dengan cara apapun.

Sebagai seorang Ustad, salah satu tugas Adam adalah mengajak seluruh umat untuk mengerjakan kebaikan. Walau begitu, Adam masih terus belajar untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Sementara itu, di desa seberang, seorang manusia bernama Abuja mengajak seluruh umat untuk mengikuti ajaran sesatnya. Siapa saja yang menentang dirinya, akan dibunuh dan dibakar hidup-hidup. Bagi wanita akan dijadikan sebagai pemuas nafsu. Abuja menyebarkan kesesatan dengan mengatasnamakan Allah, Alquran, dan Sunnah Rasul. Padahal sebenarnya, dia bekerja sama dengan iblis.

Abuja mungkin adalah sosok Firaun atau Namrud zaman sekarang yang ingin ditampilkan oleh sutradara film.

Puncak cerita mulai terjadi setelah Adam membantu Sakinah yang terus saja dikejar oleh Abuja agar mengikuti ajarannya. Sakinah merupakan anak dari seorang pemuka agama di desanya yang bernama Imam Malik. Baik Sakinah maupun Imam Malik, mereka adalah orang yang menolak keras ajakan Abuja.

Kehidupan Adam mulai dihantui oleh iblis-iblis Abuja. Sihir Abuja terus saja mengelabuhi Adam hingga akhirnya menewaskan orang tersayang bagi Adam.

Sama seperti Munafik 1, jumpscare di Munafik 2 disajikan dengan sangat tepat. Tak ada yang berlebihan. 

Menonton Munafik 2 bisa mengingatkan kita pada perjuangan Rasul dalam menyebarkan kebaikan. Tak ada yang pantas ditakuti kecuali Allah. Walau nyawa taruhannya, selagi benar, Allah pasti akan menunjukkan kuasa-Nya. 

Penilaian untuk film Munafik 2:



12 comments:

  1. haduhhh posternya aja uda serem gitu massss, ngacirr wae lah aku

    ReplyDelete
  2. aku nggak suka horor, tapi film Munafik 1 aku sudah pernah nonton. mungkin aku bakal nonton yang kedua, tapi nggak sendirian, bareng teman2 lebih seru. nice Cak.. jadi pengen cepet2 nonton.. hihii

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak usah takut, Mbak. Kan bisa tutup mata :D

      Delete
  3. Sukabumi ga punya bioskop 😢

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau gitu, nunggu lebaran aja :D biasanya tayang.

      Delete
  4. Gapernah masuk bioskop. Anak kuper deh🙈

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi duduk di depan bioskop pernah ya, Mbak? :D

      Delete
  5. Takut horor aku cerita saja menakutkan, apalagi nonton gk berani aku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. cewek masa takut? :D kalah sama cowok dong

      Delete
  6. Bukan pecinta horor, tpi ppecinta film kartun saya😂

    ReplyDelete

Pages