PENGALAMAN PERTAMA BERWISATA KE JAKARTA - Bakul Kopi

Bakul Kopi

Hanya penjual kopi di pinggir kali yang berusaha memperbaiki diri

Friday, 5 October 2018

PENGALAMAN PERTAMA BERWISATA KE JAKARTA


Pernah nggak sih kalian diajak jalan-jalan sama orang ke tempat yang nggak pernah kalian bayangin?

Kalau pernah, selamat ... bisa jadi anda juga orang yang kampungan sepertiku.

Tepat pada awal Desember 2017 kemarin, salah satu Sekolah Alam di Bogor menghubungiku untuk menjadi pengajar di tempat mereka. Sebelumnya, aku tidak pernah mengirimkan berkas lamaran pada sekolah itu. Entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba aku mendapat tawaran berharga tersebut.

Beberapa hari setelah mendapat tawaran, aku pun mendatangi sekolah itu. Oleh mereka, aku diwawancarai lama sekali. Ternyata mereka tak keberatan menerima diriku yang hanya lulusan SMA. Bagi mereka, yang terpenting adalah aku bisa dekat dengan anak-anak di sekolah alam tersebut.

Selesai wawancara, kepala sekolah mengajakku keliling untuk melihat keadaan sekolah. Cukup bagus kurasa. Memiliki kolam renang dan taman untuk edukasi siswa. Di tengah perjalanan, beliau mengajakku untuk ikut serta menemani siswa ke Taman Mini Indonesia Indah beberapa hari mendatang.

Ke Jakarta? Ini pasti mimpi! 
Berkali-kali aku meyakinkan diri sendiri kalau ajakan itu hanyalah khayalan. Sejujurnya, aku belum pernah berwisata ke Jakarta. Bahkan, membayangkan saja tak berani. Selama ini, mainku hanya terbatas di sekeliling Jombang, Malang, Surabaya, dan sekitarnya.

Setelah menyadari bahwa itu bukan mimpi, dengan tegas aku menerima ajakan tersebut. Namun kepala sekolah menghimbau agar para guru tak memakai sandal pada acara tersebut.

Sepatu dari mana yang akan aku pakai?
Antara bimbang dan cemas. Aku bahkan ingin membatalkan ajakan kepala sekolah hanya karena tak memiliki sepatu. Padahal, sebenarnya aku sangat ingin turut serta pergi ke Jakarta.

Beruntung, aku tinggal bersama teman-teman yang sangat dermawan. Sepatu mereka kupinjam untuk perjalanan ke TMII.

Hari Minggunya, aku bersama para guru lainnya berkumpul di sekolah. Sebuah mobil berwarna silver sudah menunggu di halaman sekolah.

Oh tidak! Naik mobil? Sudah pasti mabuk ini aku!
Jantung semakin berdetak kencang. Antara takut, malu, dan bingung. Keringat dinginku mulai keluar di setiap bagian tubuh.

Satu per satu siswa mulai memasuki mobil. Aku memilih masuk paling terakhir agar bisa duduk di dekat pintu. Tujuannya supaya bisa membuka kaca jendela. Namun urung, sebab salah satu guru menyuruh agar seluruh kaca mobil dalam keadaan tertutup. Jika dibuka, maka AC tak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Oh tidak! Mati aku!!!
Sepanjang perjalanan, aku mencoba menahan pengapnya udara di dalam mobil. Berusaha memejamkan mata, namun kondisi saat itu benar-benar tak nyaman. Perut rasanya seperti diaduk-aduk. 

Beberapa siswa mengajakku berkenalan. Dengan bersikap setenang mungkin, aku berusaha menjawab setiap percakapan mereka. 

Dua jam kemudian, kami sampai di area Taman Mini Indonesia Indah. Sesegera mungkin aku membuka pintu mobil. Aah .... rasanya seperti mimpi bisa merasakan udara segar kembali. Aku kemudian berlari mencari toilet. Semua isi di dalam perut, aku keluarkan. Dengan pandangan yang dipenuhi bintang-bintang, tanganku mencoba membuka kran air guna mencuci muka. Ucapan syukur tak henti-hentinya kupanjatkan.

Aku melihat para guru dan siswa tengah berkumpul untuk mengadakan breefing. Salah satu siswa kulihat berlarian enggan mendengarkan nasihat dari kepala sekolah.  

Tujuan pertama kami adalah melihat miniatur Provinsi Sumatera Barat. Satu guru mendapat tugas untuk memandu satu siswa. Aku mendapat tugas untuk memandu seorang siswa kelas dua bernama Kevin.

Tugasku mengenalkan kepada Kevin nama-nama senjata yang ada di Sumatera Barat, pakaian adat Sumatera Barat, peralatan rumah tangga, dan beberapa yang khas lainnya.

Sumatera Barat memiliki rumah adat yang khas. Berbeda dari yang lain. Saat itu, aku benar-benar merasa sedang berada di kawasan sebenarnya. Di dalam anjungan, dipajang juga beberapa pakaian adat. Tak lupa, pihak TMII juga memperdengarkan musik khas Minang.

Tujuan kedua adalah museum air tawar yang kemudian dilanjutkan ke museum serangga dan kupu-kupu.

Subhanallah ... ikannya besar-besar! Belum pernah aku melihat ikan sebesar itu. Tak hanya ikan, di museum air tawar, ada juga hewan-hewan unik lainnya. Ada hewan yang tubuhnya mirip dengan belut, namun hidungnya seperti babi. Sampai sekarang aku lupa, hewan apa ya itu?

Di museum serangga dan kupu-kupu, aku berasa seperti di film-film dongeng. Kupu-kupa yang jumlahnya sangat banyak terbang bebas di sampingku. Indah sekali.

Aku benar-benar bahagia hari itu. Allah memberiku kesempatan gratis untuk ikut serta berwisata ke Jakarta. Walau memang sifat kampung masih melekat pada diriku.

Pukul tiga sore, kepala sekolah mengakhiri kegiatan kami. Salah seorang guru memimpin doa. Selepas itu, kami kemudian bergantian menuju mobil.

Oh tidak .... naik mobil lagi?

14 comments:

  1. Wah, pengalaman yang tak terlupakan pastinya.. hihihi

    ReplyDelete
  2. Asyikkk ... seru banget dech

    ReplyDelete
  3. Mas Lutfi mabukan ya, tos dulu sama akuh heheh

    ReplyDelete
  4. Minum a*t*m* dulu mas Iyan, siapa tahu bisa menbantu 😊

    ReplyDelete
  5. Cak, breefing yang benar tulisannya briefing.☺
    Cobain ke Lampung geh cak, biar bisa snorkeling. 😎

    ReplyDelete
    Replies
    1. :D makasih mbak ... baru tau hehe pokokna bacana briping

      Delete
  6. aku kalo pas gak nyetir sendiri, gak tau kenapa bisa mabok mas. jadi selalu sedia permen, atau minuman bersoda biar bisa glegekannn! kalo perjalanan jauh naik bis/ travel, selalu siap antimo :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. halah, sama makan apa aja, kala naik mobil sama aja rasanya. Hambar:D

      Delete

Pages