BENARKAH INDONESIA TIDAK MAU MENERAPKAN HUKUM ISLAM? - Bakul Kopi

Bakul Kopi

Hanya penjual kopi di pinggir kali yang berusaha memperbaiki diri

Friday, 6 April 2018

BENARKAH INDONESIA TIDAK MAU MENERAPKAN HUKUM ISLAM?

canva.com

"Kenapa Indonesia tidak mau menerapkan hukum islam?"

Apakah pertanyaan tersebut pernah muncul di benak teman-teman sekalian? Kalau aku, pernah.

Semenjak masuk Madrasah Aliyah, aku banyak belajar tentang islam. Walau sedikit demi sedikit, tapi yakin suatu saat akan menjadi bukit.

Salah satu yang aku pelajari adalah fiqh. Materi tersebut sangatlah menarik. Setahuku, dia membahas tentang tata cara dalam mendekatkan diri kepada Allah. Juga, hukum bagi muslim yang mengerjakan atau meninggalkan amalan-amalan tertentu. Contohnya potong tangan bagi mereka yang mencuri. Apakah ini diterapkan di Indonesia? Jawabannya adalah tidak. Apakah ini artinya pemerintah tidak mau menerapkan hukum islam?

Ada empat hal pembagian Fiqh, beberapa menyebutnya dua saja, ada juga yang tiga.

1. Ibadah
Ibadah merupakan kegiatan atau perbuatan yang berhubungan antara manusia dengan Allah. Contoh dari ibadah adalah sholat dan puasa.

Di Indonesia, ibadah sangatlah diperhatikan. Pemerintah membentuk Majelis Ulama Indonesia untuk membantu umat muslim  dalam melaksanakannya, khususnya yang dilakukan secara berjamaah. Mereka juga tidak pernah melarang apabila ibadah dilakukan secara berlebihan.

Bahkan, pemerintah juga telah banyak menyediakan layanan haji untuk umat muslim di Indonesia. Tentu, tidak semua negara islam menyediakan. Penetapan satu ramadhan juga menjadi bukti bahwa pemerintah telah melaksanakan pemerintahan beradasarkan islam.

2. Muamalah
Jika Ibadah merupakan hubungan antara manusia dengan Allah, maka muamalah adalah hubungan antara manusia dengan sesama makhluk.

Contoh dari muamalah adalah jual beli, pinjam meminjam, dan sedekah.

Saat ini, pemerintah Indonesia telah banyak menyediakan bank syariah. Tentu saja, ini diperuntukkan bagi umat muslim yang ingin menghindari riba yang mungkin terjadi pada bank konvensional. 

Dalam hal sedekah atau zakat, pemerintah juga telah mendirikan badan amil zakat. Salah satu contohnya, Lazisnu.

3. Hukum Pidana
Ini mungkin yang masih belum sempurna di Indonesia. Bukan berarti Indonesia tidak bisa menerapkan hukum ini, tapi memang hukum ini masih belum bisa diterima oleh kondisi muslim tanah air.

Pemerintah mungkin masih belum siap jika nantinya setelah menerapkannya, akan terjadi tindakan pidana selanjutnya. 

Contohnya adalah hukum potong tangan bagi pencuri. Jika nantinya diterapkan, dikhawatirkan akan ada pihak keluarga yang balas dendam. Begitupun dengan hukuman bagi pezina. Maka kemudian pemerintah mengambil langkah yang paling aman, yakni jeruji besi, atau ganti rugi.

4. Hukum Keluarga
Pemerintah siap membantu umat muslim yang akan melaksanakan perkawinan atau bahkan perceraian. Pengadilan Agama adalah jawabannya. Tentu ini didirikan karena mereka ingin umat muslim menikah sesuai syariat yang diajarkan.

Kita harusnya bangga menjadi warga muslim Indonesia. Betapa banyak masyarakat muslim di luar sana yang taat, namun dikacaukan oleh lingkungan dan negaranya sendiri. Betapa banyak umat muslim di luar sana yang ingin menyempurnakan islam dengan haji, namun terkendala transportasi dan informasi.

Wallahu a'lam. Semoga bermanfaat.

***
Informasi tambahan, mungkin ada teman-teman yang belum tahu bahwa, ada tiga hal dasar yang harus dipelajari oleh setiap muslim, yakni iman (dipelajari dalam ilmu akidah), islam (dipelajari dalam ilmu fiqh), dan ihsan (dipelajari dalam ilmu tasawuf).


6 comments:

  1. Yess... baggus niih infonya 👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah, semoga bermanfaat mbak :)

      Delete
  2. Wow.. lulusan Aliyah ya? Mantab..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Mbak Titi :-) alhamdulillah, diberi kesadaran masuk madrasah. padahal awalnya kepeksan

      Delete
  3. Kepekso membawa nikmat 😆

    ReplyDelete
  4. Kepekso membawa nikmat 😁

    ReplyDelete

Pages