PROFIL SINGKAT PENGHUNI RUMAH MUDA, SELAIN SAYA - Bakul Kopi

Bakul Kopi

Hanya penjual kopi di pinggir kali yang berusaha memperbaiki diri

Monday, 4 December 2017

PROFIL SINGKAT PENGHUNI RUMAH MUDA, SELAIN SAYA


~in frame : Azzayd, Arif, Udin, Mas Ton, Saya, Nandang. Taken by : Adang~
=======================================================================

------


Nama : Rahmanudin
TTL : Bogor, 01 Juni 1996
Alamat : jln. Parung Banteng rt 002/002 Katulampa Bogor Timur
Anak ke 8 dari 9 bersaudara.
Nama Ayah : MAD ARIP
Nama Ibu : KOMARIAH
SD/MI : SDN KATULAMPA 1
SMP/MTs : SMPN 3 BOGOR
Cita-cita : PENGUSAHA
Hobi : JOGGING

Udin, begitu kami biasa memanggilnya. Lelaki kelahiran Bogor, 01 Juni 1996 ini merupakan santri Rumah Muda yang rumahnya paling dekat dengan asrama kami. Kumis tipis yang menawan, begitu biasanya kami dan guru-guru kami ketika memanggil dia.

Udin tinggal di tepi sungai kecil sebuah kampung bernama Katulampa. Butuh waktu sekitar satu jam untuk menempuh ke rumahnya dari asrama kami dengan mengendarai motor.

Walaupun memiliki lingkar tubuh yang paling kecil, bukan berarti dia menjadi yang paling lemah dan pendiam di antara kami. Terbukti Udin adalah yang paling sering mengurus kegiatan kami selama di asrama. Hal-hal yang sering kami sepelekan, maka Udin yang mengingatkan.

Membuat Udin tidur jauh lebih mudah daripada menyalakan laptop. Ketika ada sedikit suara saat dia tidur, maka bersiap-siap semua orang di sekitar akan ditegurnya. Ini terjadi karena dia pernah mengalami hal yang tidak mengenakkan saat sedang tidur. Entah, kami juga belum diceritakan mengenai peristiwa itu. Mungkin trauma.

Alumni dari SMAN 6 Bogor ini memiliki hobi jogging. Karena rumahnya dekat, maka beberapa bulan sekali dia menyempatkan waktu senggangnya untuk mampir ke rumah. Kesempatan ini selalu digunakannya dengan baik untuk berkumpul dengan keluarga tercinta. Dari sembilan bersaudara, Udin adalah anak kedelapan. Artinya, masih ada satu saudara lagi yang harus ditanggung olehnya juga. Udin pernah menginap di Rumah Sakit selama beberapa hari ketika ayahnya menderita penyakit berat. Baginya, keluarga adalah hal yang harus diutamakan dalam hidup.

Cita-cita yang saat ini diimpikan oleh Udin adalah menjadi seorang pengusaha. Langkah ini dirakitnya sejak masih duduk di bangku SMP. Terbukti dia selalu daftar ke sekolah favorit di Bogor agar mudah dalam mencapai impiannya. Bahkan dia sempat daftar ke salah satu universitas terbaik, Universitas Indonesia setelah lulus dari SMA pada 2015 lalu. Kemudian dia mencobanya kembali di tahun berikutnya. Tapi ternyata Rumah Muda adalah hasil terbaik yang dia terima di tahun berikutnya lagi.

Sebelum di Rumah Muda kegiatan Udin adalah bekerja di tempat kuliner, karena memang dia punya kelebihan di bidang memasak. Bahkan selama bersama kami, dia juga yang paling sering masak.

Hidup itu tidak mudah, maka jangan dibuat santai-santai. Jangan terlalu sering tidur, itu kalimat yang sering diucapkannya kepada kami.


------

Nama : Adang Khomsin
Ttl : Tangerang, 9 September 1998
Alamat : Kp. Sukasari Ds. Sukajadi Rt/Rw 02/04 Kec. Panggarangan Kab. Lebak - Banten
Anak Ke 5 Dari 5 Bersaudara.
Nama Ayah : Salim Muslim
Nama Ibu : Adijah
Sd/Mi : Sdn 02 Sukajadi
Smp/Mts : SMPIT-Tangerang
Cita-Cita : Pengusaha
Hobi : Berenang

Kesan pertama yang saya dapat saat bertemu dengan Adang adalah ceria dan bahagia. Adang adalah salah satu santri yang mudah bergaul dengan siapa saja. Menurut saya, Adang adalah teman yang mau diajak susah saat berjalan, makan di atas tanah tanpa alas, dan bekerja tanpa mengeluh. Terlahir dari lingkungan keluarga yang sederhanalah yang mungkin membuat Adang menjadi seperti itu.

Adang lahir pada tanggal 9 September 1998 di Tangerang. Orang tuanya bernama Salim dan Adijah. Dia adalah anak terakhir dari 5 bersaudara, dimana salah satu kakak perempuannya yang paling dekat saat ini sedang bekerja di Sukabumi sebagai biro travel umroh.

Hidup Adang mengalir seperti air di sungai. Semua berjalan begitu saja. Bukan merugikan, justru karena itu dia menjadi orang yang penurut terhadap apa saja perintah yang dia dapatkan, sehingga mudah bagi dia dalam menyelesaikan sesuatu.

Masa muda Adang cukup menarik. Bagi yang baru mengenal dia, mungkin tidak akan percaya dengan kisahnya. Selama di Rumah Muda, dia berharap agar hidupnya bisa berubah menjadi lebih baik. Lebih dekat dengan agama, itu yang paling dia harapkan.

Sejak kecil, Adang hidup bebas bersama teman-teman sekitarnya. Itu yang membuat Adang kecil menjadi bebas juga.

Walaupun begitu, Adang adalah lulusan dari Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) di Tangerang. Hanya saja sekolah tersebut masih baru, sehingga belum ada banyak siswa yang ada disana. Itu juga yang akhirnya membuat sekolahnya masih terkesan bebas.

Adang menjadi salah satu motivasi saya dalam menghafal Al-Quran. Saya pasti malu jika hafalan saya tertinggal dari dia. Sekali lagi, karena memiliki sifat yang penurut, akhirnya dia bisa istiqomah dalam menghafal Al-Quran. Hampir setiap hari dia menghafal, entah menambah atau hanya sekedar murajaah.

Hal menarik yang saya dapat dari Adang adalah bahwa kita tidak perlu malu dengan kesalahan yang telah diperbuat. Masih ada banyak waktu untuk memperbaiki.


------
Nama : Arif Kurniawan
Ttl : Kinawai, 27 Juli 1993
Alamat : Kinawai, Nagari Balimbing, Kec Rambatan Tanah Datar (Padang)
Anak Ke 1 Dari 2 Bersaudara.
Nama Ayah : Fuaddi
Nama Ibu : Bainiar
Sd/Mi : Sdn 04 Kinawai
Smp/Mts : Smp 03 Rambatan
Cita-Cita :
- Jadi Pengusaha Yang Punya Aset Milyaran Rupiah Di Bidang Property & Online Bisnis
- Punya Sebuah Lembaga Social (Kinawai Foundation) Membantu Masyakarat Kurang Mampu.
Hobi : Badminton.

Arif adalah anak pertama dari dua bersaudara. Adiknya bernama Rini saat ini tinggal di kampung halaman, Kinawai namanya. Sebelumnya mereka pernah bekerja bersama di Bogor, dekat IPB tepatnya.

Arif adalah santri yang paling tua di antara kami. Dia lahir pada tanggal 27 Juli 1993 di sebuah kampung bernama Kinawai. Di Kinawai ada harapan besar yang dia cita-citakan, yakni membangun lembaga sosial disana.

Menjadi anak pertama membuat dia harus bekerja keras dalam mencari uang. Terbukti, sejak masih sekolah, Arif sudah mulai tertarik dengan bisnis. Hanya saja, belum ada tempat yang bisa menyalurkan ketertarikannya pada bisnis tersebut.

Setelah lulus sekolah, Arif kemudian mendaftar kuliah ke Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim di Riau. Dia diterima disana. Tapi akhirnya memilih untuk kuliah ke Yogyakarta, dengan alasan karena di Yogyakarta dia masuk di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi.

Cuma satu semester dia menjalani masa kuliahnya. Dia lebih tertarik dengan praktik-praktik bisnis daripada teorinya. Akhirnya kemudian dia menjalani bisnis online selama beberapa waktu di Yogyakarta.

Arif kemudian mengajak adik perempuannya untuk bekerja yang kemudian dia pindah tempat ke Bogor. Mereka akhirnya menjalani bisnis online secara otodidak dari beberapa kenalan yang dimiliki. Tak jarang, Arif mengikuti seminar bisnis dimana saja dia dapat informasi.

Arif adalah seorang yang tegas dan penuh tanggung jawab. Kami selalu mempercayai dia untuk menjadi pemimpin dalam bisnis kami. Selain karena yang paling tua, pengalaman bisnis yang dia miliki juga menjadi alasan kami yang lainnya.

Lelaki yang hobi bermain bulu tangkis ini sangat dekat dengan ibunya. Hampir setiap hari dia menghubungi lewat handphone. Walaupun begitu, dia bukanlah anak yang manja.

Harapan terbesar Arif adalah bisa membangun lembaga sosial di kampung halamannya, bernama Kinawai Foundation.

------


Nama : Azzayd Elkhairy
TTL : Semarang, 03 Maret 1997
Alamat : ABSP Jl. Ir Sutami, Kali Baros, Pkl Timur, Pekalongan
Anak ke 2 dari 5 bersaudara.
Nama Ayah : Nurhadi
Nama Ibu : Indah Khomsatun
SD/MI : SDIT ULUL ALBAB PKL
SMP/MTs : SMPIT DARUL FIKRI BAWEN
Cita-cita : HORANG KAYA
Hobi : VOLLY, NGEYOUTUBE

Azzayd Elkhairy adalah santri Rumah Muda yang berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah. Dia lahir pada tanggal 3 Maret 1997 di Semarang. Ayahnya adalah asli orang Pekalongan, sedangkan ibunya adalah keturunan bumi andalas.

Zayd, begitu kami biasa memanggilnya adalah lulusan dari SMK Islam Terpadu Smart Informatika di Solo. Sebelum SMK, dia menghabiskan masa SD-nya di Pekalongan, kemudian lanjut SMP ke Semarang.

Zayd adalah yang paling mengerti tentang teknologi di antara semua santri di Rumah Muda. Selain karena dia lulusan SMK IT, youtube menjadi alasan dia mengerti tentang teknologi-teknologi yang sedang ­trending.

Zayd adalah anak kedua dari lima bersaudara, putra pasangan Nurhadi dan Indah Khomsatun. Ayahnya adalah seorang pengasuh sebuah pondok di Pekalongan, sedangkan ibunya seorang guru TK di Pekalongan.

Zayd sangat dekat dengan teman-temannya yang ada di Solo. Ini yang membuat dia bermimpi punya perusahaan besar bersama teman-temannya di Solo, bernama Galaksi.

Kadang dunia maya lebih membuat bocah yang hobi bermain voly ini lebih bahagia daripada dunia nyata. Ini kadang membuat dia seolah-olah sedang berkelana ke masa depan sendirian, padahal banyak teman-teman di sampingnya.




------

Nama : Nandang Bachtiar
Ttl : Tasikmalaya, 1 Januari 1996
Alamat :Kp.Sukabirus Desa Sukamanah Kec.Cigalontang Kab.Taaikmalaya
Anak Ke.11.Dari.11.Bersaudara.
Nama Ayah : Haris Kosasih
Nama Ibu :Almh.Rosiah
Sd/Mi : Sd Sukamanah 2
Smp/Mts : Nurul Imana
Cita-Cita : Ustadz & Pengusaha
Hobi : Futsal,Dan Semua Cabang Olaharga

Nandang Bachtiar Nasir lahir di Tasikmalaya pada tanggal 1 Januari 1996. Anak terakhir dari 11 bersaudara ini mempunyai cita-cita besar dalam melanjutkan bisnis kuliner ayahnya.

Ayah Nandang adalah seorang penjual bubur. Sudah hampir tiga puluh tahun pekerjaan ini digeluti olehnya.

Ibu Nandang sudah lama meninggal. Kanker hati membuatnya berhenti dalam mengumpulkan pahala di dunia.

Brewok menjadi ciri khas dari santri yang hobi olah raga ini. Walaupun begitu, ternyata dia masih belum nyaman untuk meninggalkan ukuran tubuhnya yang besar.

Untuk masalah IT, Nandang bisa dibilang sedang dalam proses meningkatkan keahlian. Ini mungkin karena sejak masuk SMP, dia lebih fokus menghafalkan Al-Quran di pesantrennya.

Salah satu yang membuat saya iri dengan dia adalah hafalan Al-Quran yang dimiliki. Entah berapa berapa juz belum pernah diceritakan, mungkin terlalu banyak.

Nandang sangat menyayangi keluarganya. Terbukti saat ayahnya masuk Rumah Sakit, dia rela untuk pulang demi menjaganya.

------

Nama : Amtony Arifudin
TTL : Batang, 16-06-1996
Alamat : Wonomerto, Bandar, Batang
Anak ke 1 dari 4 bersaudara.
Nama Ayah : Sanuri
Nama Ibu : Siti Muawanah
SD/MI : MII Wonomerto
SMP/MTs : MTs Darussalam
Cita-cita : -
Hobi : Masak, Makan, Tidur

Mas Ton, begitu kami biasa memanggilnya. Mas Ton lahir di Batang pada tanggal 16 Juni 1996. Dia lahir di sebuah desa yang tertinggal bernama Wonomerto.

Dia menghabiskan masa kecilnya di Batang. Anak dari pasangan Sanuri dan Siti Muawanah ini sangat suka berkelana. Dia juga pernah tinggal selama beberapa waktu di sebuah kampung yang indah di NTT bernama Adonara. Disana dia tinggal bersama keluarga angkatnya yang sangat baik kepadanya.

Setelah lulus dari SMP, Mas Ton kemudian merantau ke Bogor untuk melanjutkan pendidikan tingkat SMA. Kemudian di pondok yang sama dia menetap untuk belajar dakwah. Disinilah kemudian Mas Ton bertemu dengan orang-orang hebat yang membuat dia hebat juga.

Mas Ton telah hafal beberapa juz di Al-Quran. Bukan Cuma itu, banyak juga hadits-hadits Nabi yang dia hafal. Anak pertama dari empat bersaudara ini memang suka berdakwah kepada teman-temannya. Bukan hanya dakwah tentang Islam, tapi juga tentang hal lain yang bahkan tidak penting untuk didakwahkan.

Di antara kami di Rumah Muda, Mas Ton adalah yang paling mengerti tentang listrik. Dia juga paham tentang mekanik, karena memang dia lulusan dari SMK. Walaupun begitu, dia sampai saat ini masih belum punya ijazah SMK.

Kepribadian Mas Ton cukup keras. Mungkin karena dia pernah tinggal lama di NTT yang lingkungannya juga keras. Walaupun begitu, dia sangat sayang kepada keluarganya. Hampir setiap hari dia menghubungi keluarga yang ada di Batang. Selain itu, dia juga sering menjenguk saudara-saudara angkatnya yang sedang belajar dakwah di Pondok Pesantren Hidayatullah tempat dia belajar dulu.


Hal menarik yang perlu ditiru dari Mas Ton adalah bahwa apapun harus kita bisa. Takutnya, suatu saat nanti kita hidup sendiri dan tidak ada orang yang bisa membantu kita lagi.

-ooOOoo-

6 comments:

  1. Salam kenal penghuni rumah muda

    Eh mas ton masih muda banget ya..

    ReplyDelete
  2. Salam kenal semua..
    Jadi nostalgia sama teman2 di asrama ku dulu..

    ReplyDelete
  3. hobi mas ton kekinian bgt, wkwkwk...

    ReplyDelete
  4. waow, profil orang-orang keren nih

    ReplyDelete

Pages