BOLEHKAH AKU MEMINJAM USIAMU ? - Bakul Kopi

Bakul Kopi

Hanya penjual kopi di pinggir kali yang berusaha memperbaiki diri

Thursday, 13 April 2017

BOLEHKAH AKU MEMINJAM USIAMU ?

Sumber : Gallery

Senang rasanya melihat anak-anak ketika bermain. Pada saat itu memang masa yang tepat untuk mengenali dunia. Entah dengan bermain, belajar, bernyanyi, atau bahkan menangis.

Jika kita mengingat masa kecil kita, tentu yang paling diingat adalah saat bermain. Bukan sebuah kesalahan jika anak kecil senang bermain-main.

Memasuki usia remaja, kebiasaan terhadap bermain tentu telah dibatasi. Beberapa membatasinya karena malu, tetapi tak sedikit yang melakukannya karena terpaksa. Entah karena dimarahi atau entah karena fisik, masa bermain saat remaja pasti berbeda dengan anak-anak.

Memasuki usia peralihan dari remaja ke dewasa, mereka akan lebih dihadapi pada masalah-masalah. Cara mengatasi masalah yang mereka lakukan akan mempengaruhi kondisi psikis/rohani mereka. Jika cara menghadapi mereka baik dan santai, tentunya mereka tidak akan menjadi orang yang bingung. Sebaliknya jika mereka mengatasi dengan cara yang salah atau bahkan diam, beberapa dampak negatif pada jiwa mungkin akan lebih mereka temui. Tak sedikit orang depresi gara-gara masalah yang dihadapi pada masa peralihan menuju dewasa ini. Dampak yang lebih besar lagi adalah bunuh diri.

Solusi yang tepat ketika menerima masalah tentunya adalah sabar dan ikhtiar dalam mencari jalan keluar, dan yang pasti mendekatkan diri kepadaNya.

Kita tidak bisa memutar kembali waktu agar bisa menjadi anak-anak kembali yang tidak mempunyai masalah besar. Kita tidak bisa ngomong kepada anak-anak " Bolehkah aku meminjam usiamu ? ". Jika itu bisa terjadi, sudah pasti mereka yang saat ini di alam kubur akan berkata " Bolehkan aku meminjam nyawamu ??? "

2 comments:

  1. Sangat menginspirasi sekali bro... sudah folback yah , salam kenal

    ReplyDelete

Pages