Jualan Susuku Sepi, Saatnya Gulung Tikar! - Bakul Kopi

Bakul Kopi

Hanya penjual kopi di pinggir kali yang berusaha memperbaiki diri

Saturday, 30 March 2019

Jualan Susuku Sepi, Saatnya Gulung Tikar!



Alhamdulillah, tiga bulan sudah aku bersama teman-teman RMI menjalankan bisnis susu. Sebenarnya kami berjualan ini  cuma karena penasaran, hingga akhirnya jadi kecanduan. 

Kebetulan salah seorang kawan mempunyai tempat pengolahan susu di rumahnya. Dari situlah akhirnya kami ingin mencoba berjualan susu dengan menambahkan rasa. Pernah mencoba Susu Mbok Darmi? Nah ... kurang lebih seperti itulah jualan kami.

Tanpa pikir panjang, akhirnya kami mencari tempat untuk berjualan. Allah memberikan tempat di sebuah supermarket daerah Cikampak Bogor. 

Hari pertama berjualan, Allah memberikan pembeli yang bagi kami lebih dari cukup. Dalam sehari itu terjual 8 liter susu. Dimana tiap liternya bisa dijadikan 4 gelas. Artinya, ada 32 pembeli di hari pertama. Itu tanpa promo apapun. Alhamdulillah.

Masuk di pekan kedua, kami mencoba untuk mencari karyawan. Bukan karena kami malas menjaga. Tapi ternyata setelah buka jualan susu ini, jualan online kami yang sudah lebih dahulu digeluti jadi keteteran.

Masuklah di akhir bulan pertama. Ternyata setelah direkap, tidak ada profit yang kami dapat dari jualan susu. Yang ada malah tombok sekian ratus ribu untuk modal dan beberapa keperluan lain.

Bulan kedua pun akhirnya kami coba tambah promo beli 2 gratis 1. Ternyata sama saja, jualan masih sepi. Bahkan di bulan ketiga, harga kami turunkan dari Rp8.000 menjadi Rp5.000.

Kami kemudian sepakat untuk menutup 'Susu Djoe'. Sebenarnya tidak berat menutup jualan ini. Yang berat adalah mengakui bahwa kami telah gagal dalam mengelola bisnis susu ini. Mungkin bukan disitu rejeki kami.

Dari sini kami bisa belajar bahwa untuk memulai suatu bisnis, harus dipikirkan matang-matang. Rasa penasaran dan kecanduan saja tidak cukup untuk mengelola suatu bisnis. Strategi dan kerja sama sangat dibutuhkan. 

Kedua, menentukan lokasi berjualan juga sangat penting. Percuma kalau jualannya bagus, tapi lokasinya di tempat yang tidak strategis. Bukannya untung, yang ada malah buntung. 

Ketiga, pelayanan yang sangat baik menentukan lancarnya jualan kita. Jualannya sudah bagus, desainnya keren, tempatnya strategis, tapi pelayanan kepada pembeli kurang ramah. Sudah pasti, kita tidak akan dapat tempat di hati pembeli. 

Keempat, promo menentukan ramainya jualan. Ini yang baru kami pahami. Ternyata adanya promo, meningkatkan kuantitas pembeli. Jangan lupa, lakukan sesuatu agar pembeli tahu kalau sedang ada promo di jualan kita. Bisa dengan promosi lisan seperti kasir di supermarket, atau dengan banner di tempat jualan. Karena pembeli itu seperti cowok, nggak pekaan. Harus dikasih tahu.

Kelima, jangan lupa sama Allah. Ini sebenarnya yang paling berat. Kebanyakan orang ingat sama Allah ketika usahanya sedang turun. Ketika sedang meroket, lupa. Tapi aku yakin, kalian enggak kok. 


Baiklah, demikian sedikit cerita dari saya. Semoga kita selalu diberi kelancaran dalam menjalani setiap aktivitas.



==========
Lutfi Yulianto

24 comments:

  1. Tidak ada kesuksesan tanpa kegagalan...
    Soichiro Honda 95% gagal sampai akhirnya mampu mendirikan salah satu perusahaan raksasa dunia HONDA

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enggeh setuju, Pak Dhe. Kalau sudah jatuh, artinya harus bangkit. Hehe

      Delete
  2. Pengalaman yang menarik dan berharga, semoga menjadi pelajaran di masa depan... Semangat dan sukses terus...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, terima kasih doanya, Bang. Semoga kita selalu dilancarkan

      Delete
  3. Tetap semangat ya mas Lutfi. Setidaknya punya pengalaman berbisnis, dan tahu hasilnya daripada tidak pernah mencoba. Salam ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Dapat pengalaman berharga banget ... Hehe terima kasih sudah berkunjung, Mbak Nova. :)

      Delete
  4. semangat upii dkk. Coba buka pas puasa nanti barangkali malah ramai hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. InsyaAllah puasa nanti buka yg baru, Mas. Hehehe

      Delete
  5. Mana nomer tiga belasnya? Hmm

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak jadi, biar nggk tidur :d

      Delete
    2. Be strong mas Upi. Kata bapak saya, begitulah seni berdagang "ngga boleh pantang menyerah nyari peluang sampai kita nemuin passion kita di dagang apa, maju terus." :D

      Delete
  6. Eh, jangan ditutup dong.... 😩😩

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah ... semua sudah terlambat, Mbak ... :D

      Delete
  7. Serius tutup? Aku belum beli...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pas buka nggak beli. Pas tutup mau beli. Hmmm

      Delete
  8. Trus blog nya ganti nama?

    ReplyDelete
  9. Bisnis itu tak bisa hanya keinginan ya ternyata, harus persiapan dan punya mental kuat. Terus semangat mbak Lutfi

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk kesekian kalinya, saya dipanggil 'Mbak'

      Delete
  10. Ko aku ga tau ya!!!
    Prasaan baru kemaren minum susu djo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti tutupnya besoknya kemarin. Lho

      Delete
  11. Anak muda Indonesia harus banyak yang model gini berani kerja keras 😍😍

    ReplyDelete

Pages