Cerita Indah Bawang Putih - Bakul Kopi

Bakul Kopi

Hanya penjual kopi di pinggir kali yang berusaha memperbaiki diri

Sunday, 15 October 2017

Cerita Indah Bawang Putih

Sumber : Google

TANTANGAN ODOP
============================================
Jaman dahulu kala di sebuah desa kecil yang damai tinggallah sebuah keluarga yang bahagia. Keluarga itu dikaruniai satu orang anak perempuan yang sangat cantik dan baik hati bernama bawang putih. Ayah bawang putih hanya pedagang biasa, namun mereka hidup bahagia bahkan mempunyai banyak kekayaan. Suatu hari ibu bawang putih sakit keras dan akhirnya meninggal dunia. Bawang putih dan ayahnya sangat berduka dengan hal ini.

Kabar ini didengar oleh janda cantik dari kampung seberang. Janda itu juga mempunyai satu anak perempuan cantik yang seumuran dengan bawang putih. Anak perempuan itu bernama Bawang merah. Mereka berdua ikut berbela sungkawa saat ibu Bawang Putih meninggal.

"Sudahlah, jangan bersedih tuan. Aku siap menyayangi Bawang Putih seperti anak kandungku sendiri," rayu Janda cantik itu. "Lihatlah, Bawang Merah dan Bawang Putih nampaknya akan cocok jika menjadi saudara tiri."

Akhirnya ayah Bawang Putih menikah dengan janda cantik itu. Bawang Merah dan ibunya pada awalnya bersikap baik kepada Bawang Putih. Namun ketika ayah Bawang Putih sedang tidak ada di rumah, mereka memperlakukan Bawang Putih layaknya pembantu di rumah. Mereka menyuruhnya untuk mencuci semua baju di rumah, menyapu rumah, memotong rumput, bahkan memasang Wi-Fi di rumah.

"Ibu, Bawang Putih tidak tau caranya memasang Wi-Fi. Aku takut tersetrum bu," kata Bawang Putih.

"Udah pasang saja!! Buka google, semua ada disana. Aku mau jualan online ini!! Nanti kalau lama, pelangganku kabur semua bodoh!" Bentak Bawang Merah.

Dengan segala kecerdasannya, Bawang Putih kemudian memasang Wi-Fi sambil mengikuti cara-cara yang ada di google. 

Suatu hari ayah Bawang Putih mengalami sakit keras sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit. Setelah diperiksa, ternyata dia mengalami HIV AIDS. Istri barunya dulu adalah wanita malam sehingga membawa virus berbahaya itu. 

"Bentar lagi juga mati. Mana bisa AIDS disembuhkan." Kata Ibu tiri Bawang Putih.

Benar apa yang dikatakannya, ternyata setelah itu ayah Bawang Putih meninggal dunia. Itu membuat Bawang Merah dan ibunya makin bersikap jahat kepada Bawang Putih.

Suatu hari Bawang Merah meyuruh Bawang Putih untuk membeli paket internet ke Swalayan. Tapi Bawang Putih tak kunjung datang hingga Bawang Merah marah besar kepadanya. Akhirnya Bawang Merah menjemput Bawang Putih. Tapi dia tak menemukannya.

"Kemana anak sialan itu!! Kalau ketemu akan aku bunuh dia." Gerutunya.

Saking marahnya Bawang Merah, ia tak melihat jalan yang sedang dilewati yang membuat mobil ambulans di depannya menabrak dia. Bawang Merah pun akhirnya meninggal dunia. Bawang Putih yang sedang dalam perjalanan pulang melihatnya dan membawa Bawang Merah pulang ke rumah.

"Apa-apaan ini? Kamu membunuh anakku? Dasar pembunuh kamu Bawang Putih!!" Hentak sang Ibu.

"Tidak ibu. Bawang Merah ditabrak mobil ambulans yang sedang lewat. Bawang Putih hanya membawanya pulang saja karena tadi melihatnya." Kata Bawang Putih.

Sejak saat itu, ibu Bawang Merah menjadi orang yang pendiam. Bawang Putih sedih melihat keadaan ini. Dia selalu merayu Ibunya untuk makan, tapi tak pernah mau. Kebaikan Bawang Putih itu kemudian membuat Ibunya sembuh. Itu membuat Ibu tiri yang selama ini jahat menjadi bersikap baik kepadanya.

"Bawang Putih, ibu minta maaf ya kalau selama ini bersikap jahat kepadamu. Ibu janji akan menjadi ibu yang baik kepadamu. Setelah Bawang Merah meninggal, ibu sudah tidak punya apa-apa lagi selain kamu. Kalau ibu sudah tua, kamu yang akan merawat ibu, nak." Kata Ibu tiri Bawang Putih. "Ibu punya teman seorang DPR. Dia punya anak tampan yang belum menikah. Anak itu pernah melihatmu dan jatuh hati. Ibu ingin kamu menikahinya nak. Apa kamu mau?" Lanjutnya.

"Sejak awal sampai sekarang, Bawang Putih tidak pernah menolak perintah ibu. Bawang Putih mau mengikuti keinginanmu ibu," jawabnya.

Akhirnya menikahlah Bawang Putih dengan seorang pria tampan anak DPR dari kampung seberang. Sejak saat itu, mereka hidup damai bersama. Bahkan kemanapun Bawang Putih pergi, ibu tirinya akan selalu menemani dia. :)

2 comments:

Pages