Aku, Ana, dan Syukri yang Berbeda - Bakul Kopi

Bakul Kopi

Hanya penjual kopi di pinggir kali yang berusaha memperbaiki diri

Tuesday, 18 July 2017

Aku, Ana, dan Syukri yang Berbeda

Sumber : Dokumen Pribadi

Judul di atas adalah nama cowok dan cewek yang satu almamater denganku. Ana dan Syukri namanya. Tapi bukan mau nyeritain kisah cinta mereka, karena mereka juga bukan sepasang kekasih.

Aku, Ana, dan Syukri berasal dari jurusan IPA. Hanya saja kami bertiga tidak ada yang sekelas. Kebetulan waktu itu sekolahku akan mengikuti olimpiade sains tingkat Jawa Timur. Dipilihlah perwakilan dari tiap-tiap mapel sains itu. Dan ajaibnya, aku terpilih untuk mewakili olimpiade matematika. Sedangkan Syukri sebagai perwakilan olimpiade Fisika, dan Ana sebagai perwakilan Olimpiade Kimia. Sejak penunjukan itu, tiap hari kami dikarantina agar di hari H mendapat hasil yang memuaskan. Dan karena itulah aku mengenal sosok Ana dan Syukri.

Sebelum itu aku memang sudah mengenal mereka. Sejak kelas X tepatnya. Tapi itu hanya sekedar tahu. Karena aku, Syukri, dan Ana masuk dalam 3 terbaik saat kelas X, jadi aku nyari tau tentang mereka sedikit-sedikit.

Lanjut....... semenjak karantina itu aku makin tahu siapa itu Ana, siapa itu Syukri. Kebetulan masa karantina olimpiade saat itu adalah kelas XII, jadi aku bisa belajar bareng sama mereka untuk SBMPTN maupun Ujian Nasional.

Setiap kali kita belajar bersama, aku selalu merasa minder. Ana jago kimia, Syukri jago Fisika. Nah aku? Cuma bisa matematika, itupun nggak jago-jago amat.

Suatu sore kami belajar di dekat taman kota kebonrojo, yaitu di Wifi id. Saat itu pula kami mendaftar SBMPTN. Kulihat Ana mendaftar di prodi Kimia ITS dan satunya aku lupa dimana dia menulis. Sedangkan Syukri mendaftar di prodi teknik elektro Universitas Brawijaya. Sedangkan aku mengambil Statistika.

Selain daftar jalur SBMPTN, kami juga mencoba untuk mendaftar SIMAK-UI. Tetap saja Ana memilih prodi Kimia, aku tetap dengan statistika, dan Syukri ambil Teknik Perkapalan.

Beberapa hari setelah pendaftaran, waktu pengumuman span-ptkin ( jalur undangan masuk universitas islam negeri ) tiba. Aku tidak berharap untuk lolos di jalur undangan ini. Karena kata guru BPku, kalau sudah lolos jalur undangan tidak boleh ikut jalur tes tulis. Tapi ternyata aku lolos. Entah aku harus senang atau sedih, karena hasil itu aku batal ikut SBMPTN. Padahal mimpiku masuk di prodi statistika. 

***

Pengumuman SBMPTN telah tiba. Kudapat kabar bahagia dari Ana dan Syukri. Ternyata si Ana lolos prodi Kimia di ITS, dan Syukri lolos prodi Teknik Elektro di Unv. Brawijaya. Aku ikut senang mendengar itu. 

Beberapa hari kemudian, pengumuman SIMAK UI-pun tiba. Kudapatkan lagi kabar bahagia dari mereka berdua. Ana lolos di Prodi Kimia, sedangkan Syukri juga lolos di prodi Teknik Perkapalannya. Sempat aku merasa iri kepada mereka berdua. Dua tes masuk yang kami daftari bertiga, cuma aku yang tidak lolos hanya karena batal untuk ikut.

Keputusan Ana adalah mengambil kimia UI-nya, sedangkan Syukri mengambil Teknik Elektro Universitas Brawijayanya. Padahal yang kutahu, Syukri dan Ana pernah mendapat golden tiket untuk masuk di UIN Malang karena mereka pernah menjuari Olimpiade Sains disana.

Tapi sering pula aku berfikir mungkin kelulusan jalur undangan Universitas Islamku adalah hadiah terindah. Karena aku pun tak tahu kalau aku ikut SBMPTN maupun SIMAK UI apakah akan lolos atau tidak. Adalah hal yang pantas jika Ana dan Syukri lolos kedua jalur tes tulis itu. Ana sering mendapat juara di olimpiade kimianya. Entah itu tingkat sekolah, tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional pernah disabetnya. Syukripun demikian. 

Sebagai teman seperjuangan, mendengar kabar itu adalah hadiah yang sangat indah pula bagiku. Apalagi akupun tak jarang mengajari mereka matematika. Ya walaupun lebih seringnya aku bertanya kepada mereka sih. Tak jarang juga aku bermimpi suatu saat nanti kami bisa mendirikan sekolah gratis untuk mereka yang kurang mampu. Aku berdoa semoga ke depan kami akan menjadi orang yang bermanfaat bagi yang lain...Aamiin.

5 comments:

  1. Ini terlalu berlebihan. Ana hanya juara olimpiade beberapa kali saja.
    Ku tunggu kabar baikmu lut :')

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. wanjay :v seng bersangkutan datang -,-

    ReplyDelete
  4. Terkadang untuk menjadi lebih dari yang lain, kita harus mengalah terlebih dahulu,
    Semangat mas lutfi

    ReplyDelete

Pages